BIMTEK PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA SMK MUHAMMADIYAH SIAPKAN GENERASI PENYELENGGARA PEMILU

in Berita
17. 10. 13
posted by: Redaksi
Dilihat: 143

 SMK Muhamdiyah Lumajang memang sudah menerapakan pemungutan suara secara elektronik, namun kepanitiannya diharapkan seperti standar pemungutan suara pada Pemilu yakni dilakukan sebanyak 9 orang sebagai anggota KPPS. “Kebijakan SMK Muhammadiyah sudah mengembangkan teknologi untuk pemilihan OSIS. Caranya panitia memasukkan nomer induk siswa (NIS) ke aplikasi komputer. Setelah itu pada tampilan apilikasi akan ada pilihan Ketua OSIS yang mencalonkan diri. Walaupun tidak menggunakan pemungutaan suara secara manual tetapai untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan osis ini tetap digunakan secara manual dengan mendatangi perkelas. Lalu mencatat jumlah siswa- siswi tiap kelas dan akan diumumkan kepada siswa- siswi hasil DPT ini. Seperti yang diungkapkan Syamsul, usai memberikan Bimbingan Teknis ke sejumlah Panitia Pemilihan OSIS. “untuk DPT Pemilos yang sudah dihitung tetap akan diumumkan. Untuk mengertahui tanggapan seluruh siswa, artinya seluruh siswa bisa mengetahui apa namanya sudah termasuk dalam DPT atau tidak “ ujar saymsul, jum’at (13/10/2017), di ruang Laboratorium Multimedia SMK Muhammadiyah Lumajang.

Autusiame siswa- siswi tersebut terlihat sebab banyak pertanyaan yang diajukan khususnya tentang bagaimana jika pada saat pemungutan suara untuk pemilihan Ketua OSIS ada beberapa siswa yang tidak masuk karena sakit. Apa akan dilakukan pemungutan suara ulang sesuai standar pemilu. Syamsul pun menurturkan, pada pemilu sendiri tidak akan dilakukan pemungutan suara ulang untuk masyarakat yang hari itu berhalangan hadir ke TPS. Dia mencontohkan jika pada hari itu hanya ada 100 orang yang datang ke TPS akan tetap dinyatakan sah. “Nah kalau di pemilos ini semua kebijakan terserah pada panita pemilihan Ketua OSIS, apa mau dilakukan untuk pemilihan ulang atau tidak. Meski sebenarnya berapapun pemilih yang hadir tetap dianggap sah proses hingga hasil pemilihannya”.  Jelas Syamsul.

Diakhir penyampaiannya, Syamsul berharap, walaupun SMK Muhamdiyah menggunakan apilikasi dalam pemilihan Ketua OSIS pembagian tugas masing–masing anggota KPPS harus sesuai standar Pemilu. Sebab Undang-undang 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu mengatur untuk menjadi petugas baik PPK ,PPS ataupun KPPS usia minimal 17 tahun. Sehingga dengan BIMTEK ini seluruh siswa bisa menjadi generasi penerus dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada. (dit/ist)

Kembali Ke Atas