KPU LUMANG SOSIALISASIKAN PILKADA LUMAJANG 2018, UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH

in Berita
17. 10. 13
posted by: Redaksi
Dilihat: 156

Sebab menurut Ridho, masa depan Lumajang berada di tangan generasi muda yang notabene adalah Pemilih Pemula yang masih duduk di sekolah Menengah Atas atau sederajat. Selain itu meningkatnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak 2018 ini menjadi tolok ukur bahwa kesuksesannya tidak sekedar sukses penyelenggaranya tapi juga sukses penyelenggaraannya. “kita ingin pemilih pemula yang sebagian besar masih pelajar SMA/SMK ini memahami semua proses pada setiap pemilihan. Agar menjadi pemilih yang cerdas nantinya bisa menularkan kepada keluarganya dan lingkungannya agar supaya bisa berpartisipasi pada Pilkada. Sehingga angka ketidakhadiran pemilih bisa diminialisir dan jumlah partisipasinya lebih meningkat” ujar Ridho kepada siswa SMK Muhamadiyah, jum’at (13/10/2017).

Auntusisme para siswa- siswi cukup tinggi mengikuti materi sosialisasi dari KPU Kabupaten Lumajang terbukti hampir sebagian mengajukan pentanyaan terkait penyaluran hak pilihnya dalam Pilkada. Aplagi rata-rata mereka ada yang belum berKTP elektronik. Sambil mengajak dialog, Komisioner KPU Lumajang ini menanggapi pertanyaan siswa tersebut. “Yang semua Warga Negara Indonesia yang sudah berusian 17 tahun atau yang sudah dan pernah menikah bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada maupun Pemilu. Kalau pemilih yang belum punya KTP, segeralah melakukan perekaman KTP elektronik mumpung masih jauh. Kalaupun nanti belum dapat, maka bisa menggunakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dispenduk Capil. Namun sebelum itu ada proses pemutakhiran daftar pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) yang dilakukan di masing-masing RT” jawab mantan wartawan ini.

Dalam kesempatan ini juga Anggota KPU Lumajang yang membidangi Divisi Sumberdaya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan PARMAS) juga mengajak seluruh siswa agar ikut berpartisipasi pada pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Muhamdiyah periode 2017-2018, yang akan digelar 20 Oktober 2017 mendatang. “Pemilos ini akan dibuat seperti standar pemilu di Indonesia sehingga siswa-siswi ini bisa belajar bagimana menyalurkan hak suaranya yang benar, serta bagaimana menjadi penyelenggara yang profesional. Karena OSIS inikan ibarat miniatur sebuah pemerintahan yang didalamnya ada Pengurus OSIS sebagai pemerintah dan siswa-siswi lainnya sebagai masyarkatnya” terang Ridho.

Diakhir acara Ia berpesan kepada ratusan siswa – siswi dari SMK Muhamdiyah Lumajang yang hadir untuk menjadikan media pemilos sebagai dasar belejar berdemokrasi, yang nantinya saat terjun di masyarakat bisa berguna sebagai regenerasi kedepan.(dit/ist)

Kembali Ke Atas