Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Sebanyak 50 orang calon Relawan Demokrasi Pemilu 2019 mengikuti seleksi wawancara sebagai tahap terakhir untuk menjadi Relawan Demokrasi di Kabupaten Lumajang, Rabu (16/1) di Kantor KPU Kabupaten Lumajang. Seleksi ini wajib diikuti oleh seluruh peserta yang sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi sebelumnya. Menurut Komisioner KPU Lumajang Muhamad Ridhol Mujib, wawancara dilakukan untuk menggali kemampuan masing-masing terkait wawasan kepemiluan. Selain itu yang terpenting lagi KPU ingin mengetahui kecakapan berkomunikasi dengan publik sesuai sasaran basis yang mereka pilih saat mendaftar.
“Semua calon wajib ikuti wawancara, untuk menggali potensinya karena akan menyampaikan materi kepemiluan kepada basis pemilihnya” ujarnya. Ridho panggilan akrab Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM menyampaikan KPU ingin merekrut Relasi yang punya kemampuan lebih. Tak hanya pandai secara akademik, tapi kemampuan menerjemahkan tahapan Pemilu sesuai basis yang mereka hadapi. “Tugas mereka berat harus bisa mencerdaskan pemilih terkait semua tentang Pemilu dengan bahasa yang mudah dimengerti sasarannya” katanya.
Makanya, lanjutnya prosentase penilaian wawancara tak hanya pada kemampuan wawasan kepemiluan tapi juga komitmen untuk tidak terpengaruh oleh kepentingan politik. Bahkan mereka diminta mempraktikkan cara mengedukasi masyarakat tentang seluruh tahapan pemilu. “Relasi uni kepanjangan tangan KPU dia harus mampu mencerdaskan pemilih tak hanya sekedar datang ke TPS tapi harus bisa memilih dengan benar. Itu yang kita inginkan” imbuhnya.
Ridho berharap semua peserta yang sudah dinyatakan lolos administrasi mengikuti aturan yang sudah ditetapkan KPU. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seleksi wawancara akan dilakukan selama dua hari. Hari pertama tanggal 16 Januari 2019 untuk peserta nomor urut 1-50, sedangkan hari kedua 17 Januari 2019 bagi peserta nomor urut 51-99 masing-masing dimulai pukul 08.00-16.00 WIB. (res)