Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Sosialisasi penggunaan anggaran untuk Pemilu 2019 mulai digelar KPU Kabupaten Lumajang. Banyak hal yang menjadi catatan KPU kepada PPK dan Sekretariat se-Kabupaten Lumajang yang hadir sebagai peserta sosialisasi di Gedung Guru Jalan Veteran Lumajang, Rabu (6/6). Hal tersebut disampaikan Anggota KPU Kabupaten Lumajang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muhamad Ridhol Mujib yang menggantikan Ketua KPU saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut.

Dia mengingatkan agar PPK dan Sekretariat saling bersinergi, bukan saling iri-irian menyelesaikan pekerjaan. Ridho panggilan akrabnya mengingatkan dengan keras kepada PPK dan Seketariat yang hadir tentang perlunya sinergitas dalam melaksanakan tugas kepemiluan ini. “Tahapan Pemilu lebih lama dari Pilkada sejak sekarang ada sekitar 10 bulanan tahapan Pemilu ini akan kita jalani. Dimana isinya lebih rumit dibandingkan Pilkada saat ini kita jalani” katanya.

Dia meminta agar semua penyelenggara Pemilu dibawah menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggungjawab. Kalau PPK dan Sekretariat tidak tuntas menyelsaikan tugasnya di Pilkada, bagaimanadengan Pemilu 2019, tentu semakin ribet. Apalagi dalam Pemilu 2019 ini ada kenaikan honor yang diterima Sekretariat PPK maupun PPS. “Jangan sampai kenaikan honor tersebut tidak berbanding lurus dengan kinerja dan tanggungjawabnya” tegasnya.

Ridho menginginkan tidak lagi mendengar keluhan pekerjaan yang saling iri-irian antara PPK dan Sekretariat. Melainkan lebih meningkatkan iklim kompetisi dalam kinerja. “Tugas PPK menjalankan tahapan yang diriberkan dengan pengelolaan anggaran apalagi buat SPj keuangan. Itu tugas sekretariat sehingga semua bisa seiring sejalan dan bisa saling menyelesaikan tugasnya” pintanya.

Untuk itu menurutnya mulai saat ini harus disamakan persepsi agar sekretariat difungsikan sebagaimana mestinya. “Jangan sampai saling menyalahkan apalagi lempar tanggungjawab, malah menimbulkan masalah baru” pungkasnya.