Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Anggota KPU Kabupaten Lumajang, Yusuf Adi Pamungkas, menilai Pemilu Serentak 2019 akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi oleh penyelenggara pemilu, di semua tingkatan. Hal ini tak hanya sekedar lima Pemilu yang akan dipilih oleh Pemilih, namun banyaknya formulir yang harus dipahami oleh PPK, PPS hingga KPPS nantinya. Sehingga perlu adanya pemahaman sejak dini khususnya di tingkatan PPK dan PPS mengingat PKPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara belum disahkan oleh KPU RI.

Menurutnya, Bimbingan Teknis kali ini sebagai pemanasan bagi PPK untuk memahami secara garis besar terkait pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. Pasalnya, hasil evaluasi Plikada serentak 2018 lalu, masih saja ditemukan beberapa persoalan yang muncul khususnya terkait pemahaman teknis oleh semua badan adhoc penyelenggara pemilu dari semua tingkatan. “Semua lagi menunggu PKPU disahkan oleh KPU yang hari ini masih dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan DPR” ujarnya, senin (14/1) kepada Ketua dan Anggota PPK se-Kabupaten Lumajang, di Rumah Pintar Pemilu “Kirana Agung” KPU Kabupaten Lumajang.

Dari gambaran yang ada, Yusuf panggilan akrabnya, hasil Rapat Koordinasi KPU Kabupaten/Kota se-Jatim beberapa bulan lalu, ada tantangan bagi KPPS pada saat penghitungan suara di TPS. Diataranya, selain menulis tangan salinan C1 sebanya 103 set, yang peruntukannya akan diberikan pada Pengawas TPS, saksi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, saksi partai politik dan saksi calon anggota DPD. “KPPS harus cermat dan teliti dalam mengisi formulir C1 yang nanti salinannya akan diberikan ke Pengawas dan saksi peserta Pemilu” ungkapnya.

Untuk itu, demi perbaikan pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2019, nanti akan digelar diskusi kelompok yang terbagi tiga. Masing-masing kelompok akan membahas permasalahan yang berbeda tentunya dengan memberikan solusi. “Karena yang paham kondisi di lapangTPS juga termasuk PPK, maka nanti kita diskusikan permasalahan yang ada untuk dicarikan solusi” pungkasnya. (res)