Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – KPU Kabupaten Lumajang mengadakan audiensi ke Bakesbangpol Kabupaten Lumajang, Rabu (4/3).

Audiensi siang ini dilakukan di Kantor Bakesbangpol Kabupaten Lumajang, Jl. Arif Rahman Hakim-Lumajang tersebut dihadiri Ketua, Anggota, Sekretariat KPU Kabupaten Lumajang. Kedatangan komisioner KPU disambut hangat oleh Kepala Bakesbangpol, Drs. Basuni beserta jajarannya.

Ada beberapa hal menjadi pembahasan dalam silaturrahmi kali ini. Topik hangat yang berkembang pasca keputusan MK Nomor 55 tahun 2019, terkait desain keserentakan pemilu menjadi pembahasan ganyeng dalam diskusi antar kedua lembaga yang sama-sama bersinggungan dengan partai politik ini.

Divisi Hukum, KPU Kabupaten Lumajang Siti Mudawiyah, S.E menjelaskan ada beberapa model untuk pelaksanaan pemilu serentak ke depan yang menjadi ranah pembuat Undang-undang untuk menentukan model mana yang paling ideal dan terbaik dapat dilaksanakan nantinya, diantaranya:

“Model pertama, pemilu serentak untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden, dan pemilihan anggota DPRD”.

“Kedua, pemilu serentak untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, Bupati/walikota”

“Ketiga, pemilu serentak untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPRD, Gubernur, dan Bupati/walikota”.

“Keempat, pemilu serentak nasional untuk memilih anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden, dan beberapa waktu setelahnya dilakukan pemilihan umum serentak lokal untuk memilih anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, pemilihan Gubernur, dan Bupati/walikota”.

“Kelima, pemilu serentak nasional untuk memilih anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden, dan beberapa waktu setelahnya dilaksanakan pemilu serentak provinsi untuk memilih anggota DPRD provinsi, gubernur, dan kemudian beberapa waktu setelahnya dilakukan pemilu serentak kabupaten/kota untuk memilih DPRD kabupaten/kota dan memilih bupati/walikota”.

“Keenam pemilihan umum untuk memilih anggota DPR, DPD, dan presiden dan wakil presiden”. jelas Mudawiyah