Sidoarjo, kpud-lumajangkab.go.id– Hari kedua rapat koordinasi evaluasi tahapan kampanye dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Jum’at (7/12) di Premier Place Hotel Juanda Sidoarjo, diisi dengan diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok peserta dibagi dalam empat kelompok pembahasan, baik itu komisioner dan operator.

Kelompok pertama membahas tema pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, serta kampanye dalam bentuk lain. Dalam kelompok satu terdiri dari KPU Kabupaten Ponorogo, Lamongan, Bojonegoro, Kota Blitar, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Lumajang, Bangkalan, Sidoarjo, Sumenep, Kota Kediri dan Kota Probolinggo.

Kelompok kedua tema yang diangkat mengenai Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). Adapun peserta yang membahas dari KPU Gresik, Sampang, Jombang, Tulungagung, Magetan, Kediri, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Kota Malang, Kota Kediri, serta Kota Mojokerto.

Untuk kelompok ketiga membahas pemberitaan, penyiaran dan media sosial (medsos). Pesertanya dari KPU Tuban, Trenggalek, Madiun, Blitar, Malang, Pasuruan, Situbondo, Mojokerto, Pamekasan, Kota Pasuruan, Ngawi, Kota Surabaya dan Kota Batu.

Sementara itu, kelompok empat terdiri dari para operator SIKAM dari KPU Kabupaten/ Kota. Mereka membahas mengenai Daftar Inventarisasi Masalah aplikasi SIKAM.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro menyatakan, pembagian dalam diskusi kelompok sesuai dengan bahasan sebanyak tiga tema. Itu dilakukan dalam rangka untuk mengetahui persoalan tahapan kampanye secara utuh. “Persoalan yang ada di tiap kabupaten/kota bisa disampaikan, sehingga bisa dilihat secara utuh untuk tahapan Pemilu 2019,” ujarnya.

Gogot menambahkan, hasil dari diskusi kelompok dari ketiga tema akan dibahas dalam forum agar bisa mendapat masukan dari peserta yang lain. Hasilnya, akan dijadikan masukan ke depan untuk kampanye yang lebih baik, termasuk dalam hal pemasangan APK dan BK yang ada di seluruh Kabupaten/Kota. “Dengan adanya evaluasi yang melibatkan KPU Kabupaten/Kota, setidaknya akan memberi gambaran yang lebih baik dalam tahapan kampanye,” jelasnya.

Sedangkan Anggota KPU Kabupaten Lumajang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, saat diskusi berlangsung menyampaikan banyak informasi penting yang didapat dari hasil diskusi kelompok. Pasalnya, ada beberapa permasalahan yang berbeda antara KPU Kabupaten/Kota yang lain. “Enaknya saat kita memberikan permasalahan hampir semua temen-temen KPU Kabupaten/Kota yang lain saling memberikan masukan. Sehingga hampir semua permasalahan yang muncul sudah memunculkan rekomendasi yang bisa dijadikan bahan pertimbangan” katanya sambil tersenyum puas.

Usai diskusi kelompok dan penyampaian hasil dari masing-masing kelompok, acara Rapat Koordinasi Evaluasi Kampanye Pemilu ditutup secara resmi oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmito. Dia berpesan agar KPU Kabupaten/Kota dapat menjaga ritme kerjanya di tengah padatnya agenda tahapan Pemilu 2019. “Jangan sampai kerja kita dianggap tidak profesional akibat keitidakcermatan dan ketidak telitian kawan-kawan memahami aturan hukum baik undang-undang maupun Peraturan KPU” pintanya.

Tak lupa sebagai bentuk soliditas dan kebersamaan usai melakukan Rakor, seluruh peserta diminta foro bersama, untuk menjalin keakraban antara Komisioner dengan para operator. (res)