Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id– Ditengah  tahapan Pemilihan serentak 2018 yang sedang  berjalan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempursari mensosialisasikan evaluasi kinerja Panitia pemungutan suara (PPS) se-Kecamatan Tempursari yang nantinya akan menjadi penyelenggara pemilu 2019 sejak bulan Maret 2018 mendatang. Acara yang digelar di kantor panti PKK kecamatan Tempursari ini diikuti Ketua dan dua anggota PPS beserta sekretaris PPS di 7 desa yang ada.

Pada kesempatan tersebut Ketua PPK Tempursari, Sumarno mengatakan, bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang digelar KPU Lumajang beberapa hari lalu. Menurutnya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam rangka pembentukan PPK dan PPS untuk penyelenggaraan pemilu 2019 mendatang. Yakni KPU kabupaten bisa mengangkat PPS yang menjadi penyelenggara pemilihan serentak 2018.

Namun tentunya harus memenuhi syarat utamanya terkait belum pernah menjabat 2 kali secara berturut-turut di jabatan yang sama, baik PPK, PPS maupun KPPS.”Sesuai yang disampaikan KPU Lumajang saat sosialisasi kepada PPK, PPS penyelenggara pemilihan kali ini bisa diangkat kembali menjadi PPS Pemilu 2019. Tapi harus memenuhi syarat sesuai PKPU 3 tahune2018 dan keputusan KPU  RI nomor 31 tahun 2018 tentang juknis pembentukan PPK, PPS dan KPPS pada pemilu 2019″ ucap Sumarno, jumat (23/2).

Selain itu, petunjuk lain yang  perlu dilakukan oleh masing-masing Ketua dan anggota PPS termasuk sekretaris PPS, akan mengisi kuesioner tertutup untuk menilai masing-masing PPS. “Ketua dan anggota PPS serta  sekretaris mengisi kuesioner yang nantinya akan dikirim ke KPU untuk dinilai dan diranking, sesuai hasil jawaban kuesioner masing-masing” jelasnya.

Diakhir penyampaiannya, Sumarno yang didampingi 4 orang anggota PPK lainnya meminta agar pengisian kuesioner secara obyektif dan realistis. Dalam agenda tahapan pemilu 2019 sebanyak 21  orang anggota PPS dan 7 orang sekretaria PPS dari 7 desa yang ada di kecamatan Tempursari.