Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Tahapan Pemilu 2019 memasuki tahapan pemetaan TPS oleh PPS se-Kabupaten Lumajang. Untuk memastikan hal tersebut Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lumajang mengundang Ketua dan Anggota PPK Pemilu 2019 se-Kabupaten Lumajang di Hotel Aby minggu (3/6). Dalam kesempatan tersebut Anggota KPU Lumajang Divisi Perencanaan dan Data Syamsul memastikan ada penambahan jumlah TPS pada Pemilu 2019. Dari data yang sudah masuk ada sekitar 3.281 TPS se-Kabupaten Lumajang yang sudah dilaporkan ke KPU Jawa Timur.

“Data TPS yang sudah dipetakan oleh PPS sudah kita terima dan sudah dilaporkan ke KPU Provinsi Jatim. Saya berharap sudah tidak ada lagi perubahan jumlah TPS untuk masing-masing PPS” ujarnya kepada semua Anggota PPK Pemilu 2019. Dalam pemetaan tersebut PPS sekaligus nantinya juga memetakan jumlah pemilih untuk masing-masing TPS. “Prinsipnya pemetaan TPS ini sesuai kebutuhan bukan keinginan PPS sendiri” tegsnya.

Dasar pemetaan TPS dan Pemilih per TPS ini berdasarkan DPT Pilkada 2018 sebesar 812.479 yang kemudian menjadi DPS Pemilu 2019. Tapi tak cukup hanya itu, pasti ada tambahan pemili baru yang nantinya harus dimasukkan pada tahapan DPS hasil perbaikan yang akan ditetapkan secara berjenjang dari PPS, PPK hingga KPU. “Pemilih baru ini nanti akan kita dapat dari SIAK Kemendagri yang diberikan ke KPU RI dan baru didistribusikan ke daerah untuk dimasukkan dalam DPSHP” ungkapnya.

Oleh karena itulah dasar penambahan dan kuota tiap TPS membuat jumlahnya membengkak dari jumlah TPS Pilkada 2018 menjadi 3.281 TPS Pemilu. Selain memang jumlah pemilih per TPS maksimal 300 kenaikan jumlah TPS juga karena adanya tambahan Pemilih baru. “Kalau di Pilkada maksimal pemilihnya 800 sedangkan Pemilu hanya 300 Pemilih saja, ditambah lagi Pemilih baru yang dari data Kemendagri” kata Syamsul.

Namun demikian Syamsul berpesan pemetaan TPS ini juga harus melihat letak geografis untuk memudahkan pemilih mendatangi TPS.