Jakarta, kpud-lumajangkab.go.id – Netgrit (Network for Democracy and Electoral Integriti) yang merupakan organisasi yang didedikasikan untuk melembagakan demokrasi dan mendorong pelembagaan pemilu yang jurdil dan berintegritas (fair and free election with integriti) menyelenggarakan Webinar Internasional, Kamis (18/03/2021).

Kegiatan yang didukung oleh KPU RI tersebut membahas tentang perbandingan internasional tentang penerapan daftar pemilih berkelanjutan.

Hadir sebagi salah satu narasumber Carlos Navaro Direktur Studi dan Proyek Internasional, National Elecktoral Institute (INE) Mexico.

Carlos menyampaikan bahwa Mexico memiliki pendaftaran pemilih yang berkelanjutan sejak 1948.

“Hampir sejak 73 tahun yang lalu Mexico sudah memiliki pendaftaran pemilih yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Selanjutnya Carlos menunjukan presentasinya yang fokus pada faktor-faktor yang menyatakan mengapa pada awal tahun 90-an perubahan radikal perlu dikenalkan bukan hanya pada pendaftaran saja tapi dalam sistem pemilu dalam hukum institusinya dan proses-proses hukum secara umum.

“Selama lebih dari 70 tahun, bentuk pemerintahan presidensial yang sangat terpusat berdasarkan sistem partai dominan atau hegemonik tunggal berlaku,” ujar Carlos.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan fakta bahwa pemilihan diselenggarakan dan dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian, merupakan kekuatan pendorong utama di balik praktik sistematis dan persepsi penipuan dan manipulasi.

“Masalah kepercayaan mencapai titik terendah selama pemilihan yang sangat kontroversi yang diadakan pada tahun 1988. krisis itu merupakan titik balik bagi sejarah pemilihan negara baru-baru ini,” paparnya.

(rsk/shd/red).