Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang melakukan koordinasi bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten terkait persiapan tahapan Pemilu 2019 yang kurang 44 hari lagi.

Koordinasi tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Bimbingan Teknis Rekapitulasi dan Perhitungan Suara Pemilu di Hall Galaxy Klapan Lumajang, Senin (4/3).

Acara ini dihadiri oleh 105 orang yang terdiri dari Ketua dan Anggota PPK.

Syamsul selaku Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi mengatakan bahwa rekapitulasi data pemilih di tingkat desa telah dilakukan dan berjalan dengan baik. Menurutnya, data tersebut sudah tidak boleh diubah lagi.

“Jika kita menghilangkan hak pilih seseorang yang meminta A5, maka kita pasti kena hukum,” tegasnya.

Syamsul juga mengimbau agar PPK lebih memperhatikan petunjuk teknis (juknis) terkait data pemilih. Ia juga berharap agar setiap anggota PPK divisi lain bisa membantu melengkapi data.

Sementara itu, M. Ridhol Mujib selaku Komisioner Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM mengingatkan kembali perihal perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang saat ini sedang berjalan.

Komisioner yang akrab disapa Ridho itu menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat untuk KPPS cukup tinggi.

“Ketika masa pendaftaran dimulai pada tanggal 6-12 Maret, teman-teman PPK bisa memonitor kondisi perekrutan di desanya masing-masing. Jangan sampai dalam satu TPS kekurangan orang, jadi harus disikapi,” tegasnya.

Sedangkan Rudy Hartono selaku Komisioner Divisi Hukum mewanti-wanti anggota PPK dalam melakukan tugasnya.

Rudy mengimbau agar anggota PPK memahami setiap sanksi pidana yang telah tertera di PKPU.

“Jangan sampai kita ingin untung, tapi akhirnya buntung. Kita ini masih menjadi penyelenggara pemilu yang harus tunduk pada asas penyelenggaraan pemilu,” tegas Rudy.

Koordinasi tahapan Pemilu juga dilakukan oleh Siti Mudawiyah selaku Ketua KPU Lumajang yang bertanggungjawab atas masalah Keuangan, Umum, dan Logistik.

Siti Mudawiyah memperlihatkan beberapa contoh kebutuhan logistik yang akan digunakan ketika Pemilu, termasuk sampul dan contoh surat suara.

Sedangkan, Yusuf Adi Pamungkas selaku Komisioner Teknis mengingatkan peserta bahwa teknis pemilu merupakan inti dari Pemilu.

“Dari tahapan 20 bulan, yang dinanti oleh peserta Pemilu hanya hari H saja di tanggal 17 April. Maka, kita sebagai penyelenggara harus memastikan kesiapan SDM, kebutuhan logistik, anggaran. Tidak ada yang kurang, tidak ada celah sedikitpun,” papar Yusuf.

Selain itu, Yusuf juga memperlihatkan cara perhitungan suara yang harus direkap di rapat pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“Makanya, seluruh PPK maupun pihak penyelenggara harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik,” tambahnya. (hes)