Gresik, kpud-lumajangkab.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) kembali menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis. Kali ini sosialisasi dilakukan untuk memahami pedoman pelaksanaan keuangan tahapan pemilu 2019. Selain itu juga KPU Jatim meberikan bimbingan teknis penyusunan SPIP tahun 2018. Kegiatan ini dimaksudkan dapat untuk mewujudkan tegaknya integritas dan nilai etika pada internal instansi KPU.

Hadir dalam sosialisasi pedoman pelaksanaan keuangan tahapan pemilu 2019 dan Bimtek penyusunan SPIP tahun 2018 ini, Ketua dan Anggota KPU Jatim, Eko Sasmito, Gogot Cahyo Baskoro, Choirul Anam, Dewita Hayu Shinta, Muhammad Arbayanto, Rochani dan Insan Qoriawan. Serta Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima.

Sedangkan pesertanya terdiri dari Ketua, Divisi Hukum dan Pengawasan, Kasubbag Umum dan Logistik dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Sementara dari KPU Kabupaten Lumajang dihadiri, Ketua KPU Lumajang Siti Mudawiyah, Divisi Hukum dan Pengawasan Rudy Hartono, Sekretaris KPU Kabupaten dan Kasubbag KUL, Mansur Hasan dan Hendra Bahana. Sosialisasi dan bimtek dijadwalkan akan dilaksanakan selama dua hari, Rabu sampai Kamis, tanggal 12 sampai dengan 13 Desember 2018 . Bertempat di hotel HOM Premiere, jalan Kalimantan Nomor 12A, Gresik.

Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas menyampaikan bahwa maksud diadakan kegiatan ini  salah satunya yakni, untuk mewujudkan tegaknya integritas dan nilai etika di internal instansi KPU. “Sedangkan tujuannya untuk pengamanan aset, meningkatkan kualitas laporan keuangan, menciptakan ketaatan, serta ekonomis, efisien dan efektif,” jelas Slamet (12/12).

Sementara itu, dalam arahannya, Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jatim, Dewita Hayu Shinta menuturkan bahwa SPIP ini corenya ada di Divisi Hukum dan Pengawasan, namun di dalamnya lebih bayak membahas mengenai keuangan. “SPIP ini berbicara bagaimana proses yang akuntabel bagi instansi. Pada prinsipnya sudah Kita jalankan sebelum ada Peraturan KPU. Hanya saja saat ini lebih disistematiskan dan terstruktur. Sehingga nafas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari ini bisa terstruktur dan sesuai dengan target-target dalam SPIP” tutur Shinta panggilan akrabnya.

Sedangkan Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima menegaskan jika semua kegiatan di kantor dicatat dan didokumentasikan dalam SPIP. “Cuma keuangan memiliki porsi yang lebih besar di SPIP, karena proses bisnis organisasi ada di keuangan,” tegas Wima.

Di dalam sosialisasi dan bimtek ini pun, peserta akan mendapatkan materi dari Inspektorat KPU RI mengenai pembuatan dan penyusunan SPIP serta dari Kanwil DJKN Jawa Timur mengenai langkah-langkah akhir tahun dan serapan kinerja KPU. (res)