Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lumajang bersama Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara se-Kabupaten Lumajang ikut membantu korban banjir di Kecamatan Rowokangkung yang terjadi dua hari lalu. Dipimpin langsung Ketua KPU Kabupaten Lumajang Siti Mudawiyah dan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas dan SDM) Muhamad Ridhol Mujib menyalurkan langsung berupa ratusan nasi bungkus dan uang tunai kepada korban banjir di Kecamatan Rowokangkung, senin (24/12).

Siti Mudawiyah usai menyerahkan bantuan melalui Posko Bencana Banjir di Balai Desa Rowokangkung menyampaikan, bantuan ini hasil dari pengumpulan donasi dari KPU, PPK dan PPS se-Kabupaten Lumajang. Ada yang berupa nasih bungkus dan adapula yang berupa uang tunai. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian KPU terhadap korban banjir yang melanda warga desa di Kecamatan Rowokangkung beberapa hari lalu. “KPU bersama PPK dan PPS ikut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita yang terdampak banjir. Bantuan kami merupakan pengumpulan dari seluruh unsur penyelenggara Pemilu” ujarnya.

Agar penyaluran tersebut tepat sasaran, Mudawiyah menyerahkan kepada Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang yang mendirikan Posko bantuan korban banjir di Balai Desa Rowokangkung. Sebab menurutnya, pihaknya tak ingin bantuan yang disalurkan tumpang tindih dengan bantuan dari pihak lain. Meski demikian usai serah terima bantuan, KPU bersama PPK dan PPS diberi kesempatan untuk memberikan langsung bantuan berupa nasi bungkus kepada korban banjir di Dusun Blimbing Desa Rowokangkung yang membutuhkan makan untuk malam hari. “Biar tidak tumpang tindih kita salurkan melalui posko BPBD saja. Nanti kita bisa ikut memberikan langsung kepada korban, agar kita juga tahu kondisi mereka dan rumahnya yang terdampak banjir” kata Mudawiyah.

Usai membagi-bagikan nasi bungkus kepada warga, Mudawiyah meminta kepada warga korban banjir untuk tetap tabah dengan musibah ini, dan berharap ada solusi agar banjir tahunan ini tidak terjadi lagi di Kecamatan Rowokangkung, yang memang menjadi kawasan kiriman banjir dari Kecamatan Randuagung dan Jatiroto. “Mudah-mudahan segera ada solusi agar banjir tidak terjadi lagi di kemudian hari, karena warga menjadi khawatir setiap kali hujan turun. Kalau sudah terjadi banjir dampaknya besar selain kerugian materi beruapa rusaknya lahan pertanian, warga juga takut jiwanya terancam jika banjir tiba-tiba datang di malam hari” pungkasnya. (res)