Lumajang,Kpud-Lumajangkab.go.id- KPU Kabupaten Lumajang yang sedang menjalankan Tahapan Pilkada Tahun 2018, selain itu juga mempersiapakan Pemilu 2019  yang dimulai dengan pembentukan badan Adhock Pemilu yaitu Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK)  dan Panitia Pemungutan Suara  (PPS) pada bulan ini KPU memasuki hasil rekapitulasi kuisioner yang dinilai oleh KPU kabupaten, PPK  maupun PPS  dari hasil kuisioner ini nantinya bisa dilihat PPK dan PPS yang memenuhi syarat dan nantinya akan diangkat kembali untuk Pemilu 2019

Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat  (Parmas) M.Ridhol Mujib menjelaskan “nantinya PPK dan PPS setelah kita nilai dari hasil kuisioner dan hasilnya di tetepakan maka pada tanggal  6 maret 2018  untuk menjadi PPK dan PPS untuk Pemilu 2019” ujarnya.

Dalam  penilaian ini juga diberlakukan sistem periodesasi yang terhitung Periode pertama  Pemilu 2004 hingga Pilkada 2008, Periode kedua Pemilu 2009 hingga  Pilkada 2013  dan yang terakhir Periode ketiga 2014 sampai dengan Pilkada 2018. Lebih Lanjut Ridho menambahkan “yang nanti tereliminasi oleh periodesasi otomatis tidak bisa lagi menjadi anggota PPK dan PPS di Pemilu 2019 dan nantinya penggatinya, KPU akan bekerjasama dengan lembaga pendidikan untuk memberikan rekomendasi kepada calon anggota PPK  dan PPS untuk pemilu 2019 dengan catatan melengkapi berkas persyaratan” tegasnya senin (5/3/2018)

Nantinya pada tanggal 6 maret 2018 kita akan menetapkan siapa saja yang menjadi anggota PPK dan PPS untuk  Pemilu 2019, Pada Pemilu 2019 ini ada perubahan dari jumlah PPK jika untuk Pilkada PPK yang dibutuhkan 5 orang tetapi untuk pemilu hanya  3 orang sedangkan untuk PPS jumlahnya tetap 3 orang,  untuk PPK dan PPS Pilkada harus menyelesaikan jabatanya sampai dengan Agustus 2018  kemudian, PPK dan PPS Pemilu akan mendapatkan SK Pemilunya mulai 9 maret 2018 sampai dengan September 2018 kemudian untuk jabatanya selanjutnya menuggu instruksi dari KPU RI,