Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang kembali mengimbau agar seluruh Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) memahami Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Hal ini disampaikan Syamsul selaku Komisioner KPU Kabupaten Lumajang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi di acara rapat koordinasi persiapan pelaksanaan sosialisasi pendidikan pemilih (sosdiklih) Pemilu 2019 bersama Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) se-kabupaten Lumajang, Kamis (7/2) di Ruang Rapat Rumah Pintar Pemilu “Kirana Agung” KPU Lumajang.

“Kurang 10 hari lagi penetapan DPTb tahap pertama. Pemahaman seluruh anggota PPK terhadap DPK dan DPTb akan menjadi kunci kevalidan data pemilih pada Pemilu ini,” kata Syamsul.

Syamsul berharap agar seluruh PPK dapat bekerja sama dalam melengkapi data DPK dan DPTb meskipun bukan divisi yang membidangi.

Data DPK dan DPTb merupakan dasar dalam Pemilu 2019 ini. Jika data tersebut belum lengkap, maka akan mempengaruhi kinerja divisi lain. Contohnya seperti divisi sosialisasi, teknis dan logistik.

“Kalau data ‘amburadul’, maka divisi lain akan ikut ‘amburadul’. Karena informasi yang disampaikan akan salah dan tidak akurat,” tegas Syamsul.

Dalam penjelasannya, Syamsul kembali menjelaskan mengenai perbedaan DPK dan DPTb. DPK merupakan daftar pemilih khusus dan tidak terdaftar dalam DPT. Sedangkan DPTb merupakan pemilih yang sudah terdaftar di DPT namun tak bisa mencoblos di daerah asalnya.

Di akhir penjelasannya, Syamsul kembali mengharapkan bantuan PPK untuk segera melengkapi data pemilih di kecamatan masing-masing. (hes)