Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang mulai melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara pada Senin (25/2) di Gudang Logistik KPU Lumajang Gudang Amanda yang beralamatkan di Jalan Panjaitan Lumajang.

Proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini melibatkan tenaga lebih dari 400 orang yang direkrut dari warga sekitar. Mereka nantinya akan dikelompokkan dalam 20 grup dan dibawahi oleh seorang mandor serta pengawas.

Ketua KPU Lumajang, Siti Mudawiyah mengimbau kepada tenaga pelipatan surat suara untuk hati-hati mengerjakannya.

Tugas tenaga pelipatan ini adalah menyortir surat suara antara surat suara yang cacat dan tidak. Kecacatan surat suara dapat dilihat dari kebersihan surat suara dan ada atau tidaknya lubang di surat suara. Lalu proses dilanjutkan dengan melipat surat suara sesuai ukurannya.

“Proses melipat suara harus rapi dan hati-hati. Tidak diperkenankan membawa satu pun surat suara. CCTV juga sudah dinyalakan di seluruh penjuru gudang,” tegasnya.

Mudawiyah, panggilan akrabnya, juga mewanti-wanti tenaga pelipat untuk menaati peraturan dan tata tertib yang ada. Diantaranya tidak diperkenankan membawa tas, handphone, serta makanan.

“Dalam proses penyortiran dan pelipatan suara tersebut, setiap tenaga pelipat akan mendapatkan upah sebesar 100 rupiah untuk satu lembar surat suara legislatif dan 75 rupiah untuk surat suara presiden dan wakil presiden. Hal tersebut dikarenakan ukuran surat suara presiden dan wakil presiden lebih kecil dan mudah melipatnya.” terangnya.

Di hari pertama ini, proses pelipatan dimulai dengan surat suara DPR RI dan dilanjutkan dengan surat suara legislatif lain. Sedangkan surat suara terakhir yang akan dilipat adalah surat suara presiden dan wakil presiden.

Dengan 400 tenaga ini, Muda menargetkan proses pelipatan surat suara ini selesai dilakukan selama 10 hari. (hes)