Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Upacara adat 4 tahunan Suku Tengger Desa Ranupani Kecamatan Senduro Lumajang berbeda dengan upacara sebelumnya. Pasalnya ditengah-tengah padatnya acara adat, KPU Kabupaten Lumajang menggelar sosialisasi Pemilu 2019. Untuk menarik minat masyarakat dalam sosialisasi ini, KPU membagi-bagikan door prise kepada warga yang bisa menjawab pertanyaan seputar Pemilu.

Anggota KPU Kabupaten Lumajang, Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Muhamad Ridhol Mujib usai menjelaskan tahapan Pemilu, memberikan sejumlah pertanyaan kepada warga. Tak ayal hampir semua warga yang tumpah ruah di halaman Balai Desa Ranupani tempat digelarnya upcara adat unan-unan langsung maju untuk menjawab pertanyaan.

Ridho mengaku senang melihat warga Ranupani yang antusias mengikuti sosialisasi mulai awal hingga akhir acara. Apa lagi banyaknya door prise yang dibagikan membuat warga berjanji akan berbondong-bondong ke TPS pada 17 April 2019. “Kita salut kepada warga suku tengger yang tidak beranjak mengikuti sosialisasi ini. Mereka siap datang ke TPS nanti” ujarnya, Jum’at (23/11).

Bahkan seluruh Tetuah adat berjanji akan membantu KPU agar warganya bisa berpartisipasi aktif tidak hanya pada saat coblosan saja. Namun setiap tahapan pemilu disarankan agar mengikuti dan memahami apa yang menjadi ketentuan KPU. “Memang kita minta juga pemangku adat suku tengger ini juga pro aktif mengajak warganya. Apalagi kita juga minta pemuda suku tengger juga bisa menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu seperti ikut menjadi KPPS di desa Ranupani” terang Ridho.

Upacara Unan-unan ini merupakan adat istiadat suku tengger sebagai wujud rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bentuk permohonan dijauhkan dari segala musibah. Wujud itu disimbolkan dengan menyembelih Seekor Kerbau yang kemudian diarak ke bukit yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari balai desa Ranupani untuk sesembahan agar bumi mereka tambah subur. (res)