KPU RI mengelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 gelombang kedua yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2017 di Novotel Hotel Balikpapan. Bimtek tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Arif Budiman, Ilham Saputro divisi teknis KPU, dan Dirjen Dikcapil. Dari KPU Lumjang yang mengikuti Bimtek ini adalah Ketua KPU Lumajang sekaligus Komisioner Divisi Teknis Siti Mudawiyah dan didampingi oleh Kasubag Teknis Ida Nur Farida. Bimtek ini dibuka dengan tarian Suku Dayak yaitu Tarian Burung Enggang sebagai ucapan selamat datang bagi peserta Bimtek.

Ketua KPU Arif Budiman dalam sambutannya menyebutkan bahwa penataan Dapil bukan hal baru, dan sudah menjadi pekerjaan mudah karena sudah ada di lampiran UU No. 7 Tahun 2017.“Sekarang penataan Dapil merupakan hal yang tidak sulit lagi karena sudah terlampir di UU No. 7 Tahun 2017. Namun ada prinsip penting yang harus dipedomani yaitu, kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan. Hal yang paling penting sebagai penyelenggara dalam kegiatan penyusunan Dapil yaitu, memahami regulasi, mengikuti tahapan yang ada, dan bekerja sesuai prinsip yang sudah saya sampaikan tadi,” tutup Arif Budiman.

Selain Arif Budiman Anggota lainnya dari Divisi Teknis KPU RI, Ilham Saputra menyatakan bahwa saat ini Peraturan KPU (PKPU) tentang dapil masih dalam proses draft dan rencananya akan dijadwalkan rapat dengar pendapat dengan DPR RI. Setidaknya, ada masukan dari kalangan dewan sebelum ditetapkan.“Untuk terkait dapil belum final, masih dalam bentuk draf dan butuh waktu untuk dibahas dengan DPR RI,” ujarnya.

Dalam hal penataan Dapil, dia menerangkan kalau mengacu langsung dari data kependudukan DAK2 yang berasal dari KPU RI yang bersumber dari Kemendagri. Penataan Dapil juga mengacu pada 7 prinsip yaitu kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, coterminus, kohesivitas dan kesinambungan. Acara ini yang diikuti 558 peserta dihadiri 12 Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota.