Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Pada Selasa, (04/05/2021) KPU RI menggelar Webinar tentang Bakohumas (Badan Koordinasi Kehumasan) yang menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kominfo Bambang Gunawan, Direktur Ekeskutif Network for Democracy and Electoral Integrity (NetGrit) Ferry Kurnia Riskiyansyah, dan Kepala Bidang Berita TVRI Nasional Endah Tri Handayani.

Narasumber pemateri pertama Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kominfo Bambang Gunawan menyoroti paradigma kehumasan pemerintah yang sudah mulai berubah, yaitu dari paradigma lama yang reaktif, menjadi paradigma baru yang proaktif dan responsible. Sedangkan tata kelola kehumasan pemerintah antara lain research, monitoring opini dan aspirasi publik, action planning, pengelolaan konten dan perencanaan media komunikasi publik, communication, pelayanan informasi publik dan evaluation, monitoring dan evalausi komunikasi publik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Ekeskutif Network for Democracy and Electoral Integrity (NetGrit) Ferry Kurnia Riskiyansyah memberikan catatan penting bagi kehumasan KPU dalam upaya menumbuhkan kembali kepercayaan publik kepada KPU. Tantangan kehumasan dalam usaha tersebut adalah pencitraan lembaga, tuntutan informasi yang semakin tinggi, sumber daya manusia yang terbatas, angggaran terbatas, perangkat yang terbatas atau sarana dan prasarana yang tidak memadai dan media manajemen yang belum terintegrasi, menajemen komunikasi internal, pencitraan, manajemen image, pengelolaan media, sistem informasi managemet, pembentukan opini melalui media sosial dan praktisi kehumasan vs target publik.

Pembicara pamungkas, Kepala Bidang Berita TVRI Nasional Endah Tri Handayani meminta Humas KPU RI harus diisi tenaga profesional yang menguaai public speaking, karenan humas KPU harus membentuk image lembaga KPU. Hal ini mengingat pada pemilu yang lalu KPU menjadi sorotan publik dengan netizen yang galak-galak memberikan catatan ke KPU, meskipun tidak semua benar dan ada hoaks, tetapi apapun itu harus dihadapi KPU. Untuk itu, humas di era modern tidak hanya menyebarkan pers rilis semata, tetapi juga memberikan informasi menarik dan meyaknkan publik bahwa yang kita lakukan untuk menjaga lembaga kita tetap positif.

(rsk/ysf/red).