Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id- Jelang pesta demokrasi yang sudah di depan mata berbagai langkah demi pemantapan menyambut pemilu 17 April 2019 terus ditingkatkan oleh KPU Kabupaten Lumajang. Seperti yang ditunjukkan oleh salah satu Komisioner KPU Syamsul selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi. Persoalan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) yang biasanya dijumpai saat detik-detik terakhir menjelang pencoblosan atau saat hari pelaksanaan rupanya mendapat perhatian serius.

Melalui acara bertajuk dialog interaktif bersama KPU yang dipelopori oleh Radio Suara Lumajang pada Rabu (13/02) pagi tadi sekitar pukul 08.00, Syamsul menyampaikan kembali beberapa hal tentang proses DPTb. Seseorang yang ingin memberikan hak pilihnya dalam pemilu namun yang bersangkutan karena dalam keadaan tertentu yang membuatnya tidak bisa mencoblos di TPS sebelumnya dia terdaftar, maka berhak baginya mendapatkan kembali haknya memilih di TPS lain. Dalam hal inilah dirinya masuk dalam kategori DPTb.

“Sebelum seseorang masuk dalam kategori DPTb, terlebih dahulu ia harus terdaftar di DPT. Seperti keadaan tugas belajar, kerja atau hal lain yang mengharuskan dirinya menggunakan hak pilihnya di TPS lain. Namun sebelum ke sana ada aturan-aturan yang harus dipenuhi seseorang sebelum ia masuk sebagai DPTb, dengan mengurus surat pindah milih atau formulir A.5 yang bisa diurus di PPS asal atau PPS tujuan” kata Samsul saat menjawab sejumlah pertanyaan dari warga ketika dialog interaktif yang digagas oleh Radio Suara Lumajang.

Dirinya juga menegaskan bahwa segala persoalan DPTb harus sudah tuntas Februari ini. Oleh sebab itu, PPK dan PPS diharapkan terus melakukan komunikasi aktif agar mampu memetakan dan menganalisis terhadap hal-hal yang utamanya bersentuhan langsung dengan proses DPTb. Hal ini bertujuan agar supaya dalam sisa dua bulan ke depan ini KPU Lumajang bisa segera menuntaskan tanggung jawab lainnya untuk kelancaran pemilu. “DPTb selesai paling lambat 17 Februari bulan ini, untuk menyingkronkan dengan surat suara yang akan dicetak.” pungkasnya. (jav)