Manado, kpud-lumajangkab.go.id – Konsolidasi Regional (Konreg) Peningkatan Parmas Gelombang II Manado memasuki hari terakhir, Sabtu (14/9).

Di hari terakhir ini, peserta Konreg dibagi menjadi enam kelas dan melakukan diskusi kelompok.

Dari enam kelas tersebut, peserta kembali dibagi menjadi tiga kelompok dan diberikan materi dengan tema Review Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2017 tentang sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Dalam PKPU tersebut, isu strategis yang diangkat adalah sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilih, pemantauan Pemilu di luar negeri, dan lembaga survey dan hitung cepat.

Setiap kelompok tampak serius merenanakan aksi yang harus diperbaiki dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2017 tersebut dan menghasilkan kesimpulan bahwa perlu adanya perubahan dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2017.

Perubahan tersebut diantaranya mengenai tenaga pelaksana sosdiklih dengan menambahkan basis relawan demokrasi.

Pemantau Pemilu dari luar negei juga menjadi bahasan dalam diskusi kelompok.

Diskusi tersebut menghasilkan bahwa perlu adanya rencana aksi bagi pendaftar lembaga pemantau Pemilu dari luar negeri dan diperlukan verifikasi administrasi dan faktual.

Selain itu, diskusi kelompok tersebut juga menyimpulkan bahwa perlu adanya rencana aksi yang harus dilakukan terkait dengan lembaga survey dan hitung cepat.

Lembaga survey di Indonesia harus diklarifikasi karena sebelumnya terdapat lembaga survey yang menyebarkan hasil Pemilu yang tidak akurat dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Usulan-usulan dalam diskusi kelompok ini diharapkan bisa diterima oleh KPU RI. Sehingga pelaksanaan pemilu yang akan datang dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. (hes)