Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Sosialisasi Pemilu terus digencarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang ke seluruh lapisan masyarakat di Lumajang.

Hari ini, Jumat (22/2), Relawan Demokrasi Basis Kebutuhan Khusus yang merupakan kepanjangan tangan KPU, melakukan sosialisasi ke Pondok Pesantren Syarifudin, Wonorejo, Kedungjajang. Kedatangan Relawan Demokrasi disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari 60 santri.

Seperti sosialisasi-sosialisasi sebelumnya, Relawan Demokrasi menjelaskan materi Pemilu yang meliputi waktu Pemilu, calon peserta pemilu, syarat menjadi pemilih, dapil daerah, syarat dan tata cara pindah milih, warna surat suara dan tata cara mencoblos yang sah.

“Para peserta menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh Relawan Demokrasi, mengingat pendidikan Pemilu hampir jarang didapatkan di Ponpes.” ujar Muhamad Ridhol Mujib Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM saat menerima progres sosialisasi relawan di ruang kerjanya.

Dalam sosialisasi yang difasilitasi oleh anggaran KPU itu, Relawan Demokrasi juga mengajak para santri untuk aktif berpartisipasi dalam Pemilu yang digelar pada 17 April 2019 mendatang. Relawan Demokrasi juga mengimbau para santri untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak, anti golput, dan menolak money politik.

Salah satu peserta bernama Firdaus aktif memberikan sebuah tanggapan serta pertanyaan mengenai Pemilu. Firdaus menanyakan tentang fenomena money politik yang selalu menjadi alternatif kemenangan dari peserta pemilu dan bagaimana cara menanggapinya serta sanksi sesuai dengan landasan hukum kepemiluan.

“Pertanyaan tersebut membuat bangga para Relawan Denokrasi. Karena hal tersebut menunjukkan antusiasme peserta terhadap Pemilu mendatang.” pungkasnya. (hes)