Lumajang, kpud-lumajangkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang melakukan sosialisasi Pemilu 2019 melalui dialog interaktif di Radio Semeru FM melalui acara panorama pagi pada Selasa (5/3).

Dialog interaktif tersebut dihadiri oleh 2 pimpinan KPU Lumajang, Syamsul Komisioner divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, serta M. Ridhol Mujib Komisioner divisi Sosdiklih Parmas dan SDM.

Dalam dialog interaktif tersebut, dua komisioner ini menjawab beberapa persoalan yang sering ditanyakan masyarakat pada umumnya.

Pertanyaan yang paling kerap membingungkan masyarakat adalah tentang Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Syamsul menjelaskan bahwa perbedaan DPK dan DPTb hanya ada persyaratan memilih waktu hari pemungutan suara pada 17 April mendatang.

“Bedanya itu saat nanti datang ke TPS saja. Kalau yang masuk DPT membawa C6 dan DPTb membawa A5 bisa mencoblos mulai jam 07.00-13.00. Sedangkan yang nggak masuk daftar pemilih, cuma menggunakan KTP atau DPK, bisa datang ke TPS mulai jam 12.00-13.00,” terang Syamsul.

Sementara itu, M.Ridhol Mujib menegaskan kembali bahwa Pemilu kali ini berbeda dengan Pemilu tahun 2014 lalu.

“Tahun ini, Pemilu dilakukan serentak. Ada 5 surat suara yang nanti akan dicoblos oleh masyarakat yang punya hak pilih,” terang Ridho, panggilan akrabnya.

Dia juga mengingatkan kembali bahwa jenis surat suara dalam Pemilu 2019 memiliki warna yang berbeda.

Surat suara berwarna untuk Presiden dan Wakil Presiden berwarna abu-abu, DPR RI berwarna kuning, DPD bewarna merah, DPRD Provinsi berwarna biru, sedangkan DPRD Kabupaten/Kota berwarna hijau. 

Dari kelima surat suara tersebut, hanya DPD RI dan Presiden Wakil Presiden yang terdapat foto calonnya. Sementara surat suara yang lain hanya ada nomor urut, lambang dan nama partai politik, dan daftar nama caleg tanpa foto.

Ridho juga menjelaskan bagaimana cara mencoblos yang benar dan sah.

“Yang penting tidak keluar dari kolom masing-masing calon,” tegasnya. (hes)